Senin, 18 Mei 2015

Teknik Telekomunikasi

Konsep Dasar Telekomunikasi
Telekomunikasi merupakan salah satu kategori penyebaran (distribusi) informasi yang paling luas.
Telekomunikasi diartikan sebagai proses distribusi informasi antara tempat-tempat yang
terpisah oleh jarak jauh.

Jaringan Telekomunikasi
Telekomunikasi yaitu sebagai komunikasi jarak jauh melalui jaringan-jaringan yang dihubungkan satu sama lain.

Jaringan-jaringan ini meliputi:

  • PSTN (Public Switched Telephone Network),
  • Jaringan komunikasi data,
  • Jaringan radio dan televisi,
  • Sistem komunikasi maya ( internet dan world wide web).
Jenis-Jenis Komunikasi

Berdasarkan arah komunikasi
Simplex (satu arah) adalah jenis komunikasi yang hanya mempunyai satu arah saja, dari pemancar ke penerima.

Berdasarkan arah komunikasi (cont.)
Half Duplex (setengah dua arah) adalah jenis komunikasi yang mengakomodasi pertukaran informasi dalam dua arah secara bergantian melalui satu saluran komunikasi (push to talk release to listen).
Full Duplex (dua arah) adalah jenis komunikasi yang mengakomodasi pertukaran informasi dalam dua arah secara simultan (dimungkinkan untuk mengirimkan dan menerima informasi secara bersamaan).

Berdasarkan mobilitas
Tetap (fixed) adalah jenis komunikasi dimana letak terminalterminal pelanggannya tetap, hal ini
disebabkan karena media komunikasinya berupa kabel sehingga membatasi gerakan perpindahan pelanggan.
Bergerak (mobile) adalah jenis komunikasi yang memungkinkan terminalterminal pelanggannya untuk berpindah tempat (bergerak) selama komunikasi berlangsung.

Berdasarkan banyaknya penerima
Point to point adalah jenis komunikasi dimana informasi yang disalurkan berasal dari satu titik menuju ke satu titik yang lain (tujuan)
Point to multipoint adalah jenis komunikasi dimana informasi yang disalurkan berasal dari satu titik menuju ke banyak titik yang lain (tujuan)
Multipoint to multipoint adalah jenis komunikasi dimana informasi yang disalurkan berasal dari banyak titik menuju ke banyak titik yang lain (tujuan).

Sinyal

- Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang.

Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.

- Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1.
Digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner.
Besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth).
Jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.

Modulasi
Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi.
Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem.

Terdapat dua jenis modulasi yaitu:
- modulasi analog
- modulasi digital

Modulasi Analog
Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog.
Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog :
  1. Angle Modulation
  2. Amplitudo Modulation (AM)
Modulasi digital
Merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke dalam sinyal carrier.
Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik (logam atau optik) atau non fisik
(gelombang-gelombang radio).
Pada dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital yaitu:
  1. Amplitude Shift Keying (ASK)
  2. Frequency Shift Keying (FSK)
  3. Phase Shift Keying (PSK)
Pengkodean (Encoding-Decoding)

Merupakan proses konversi sinyal data biner menjadi element sinyal untuk ditransmisikan secara digital.

Non Return to Zero Level (NRZ-L)
Tegangan tetap konstan selama selang waktu per bit.
Tegangan Nol untuk bit 0, tegangan positif untuk bit 1

Non Return to Zero Inverted (NRZ-I)
Setiap bit 1 tegangan akan dibalik polaritasnya.
Transisi dari low ke high atau sebaliknya menunjukkan
biner 1. Tidak ada transisi > menunjukkan biner 0

Manchester Encoding
Low to High > Bit 1
High to Low > Bit 0











Rabu, 13 Mei 2015

Konsep Dasar Komunikasi Data
Komunikasi adalah cara untuk menyampaikan atau menyebarluaskan data, informasi, dan berita
Komponen utamanya: pengirim (source), penerima (receiver), pesan (message), media
transmisi, protokol.

Dua konsep dalam komunikasi data: 

  1. Enkapsulasi-Dekapsulasi
  2. Persamaan Protokol
Konsep Protokol Jaringan
Protokol Jaringan adalah Seperangkat aturan-aturan yang mengatur proses komunikasi dalam

jaringan komputer.

Pekerjaan Protokol diantaranya adalah
  • Melakukan deteksi ada-tidaknya koneksi fisikperangkat jaringan.
  • Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
  • Negosiasi berbagai macam karakteristikhubungan.
  • Mengawali dan mengakhiri suatu hubungan (koneksi).
Osi Model
Open System Interconnection (OSI) sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977.

Model ini disebut dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
  1. Physical          : Binary Transmision
  2. Data Link        : Access to Media
  3. Network          : Data Delivery
  4. Transport         : End to End Connections
  5. Session            : Interhost Communication
  6. Presentation     : Data Representation
  7. Application      : Network Process to Application
TCP / IP Model
Transmission Control Protocol/Internet Protocol standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukarmenukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

Data diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi.

Mendefinisikan empat lapisan
Menggunakan nama yang berbeda untuk Lapisan 1 sampai 3
Menggabungkan Lapisan 5 sampai 7 kedalam lapisan aplikasi tunggu

Protocol Suite TCP/IP
Protocol suit Layer 1 yaitu
  1. Ethernet
  2. Token Ring
  3. Frame Relay
  4. ATM (Asynchronous Transfer Mode)
Protocol Suite – Layer 2 yaitu
  1. ICMP (Internet Control Message Protocol)
  2. IGMP (Internet Group Management Protocol)
  3. ARP (Address Resolution Protocol)
Protocol Suite – Layer 3 yaitu
  1. TCP (Transmission Control Protocol)
  2. UDP (User Datagram Protocol)
Protocol Suite – Layer 4 yaitu
  1. Telnet
  2. FTP
  3. SMTP
  4. DNS
  5. RIP
  6. SNMP














Selasa, 05 Mei 2015

Transmisi dan Media Transmisi

Meda Transmisi adalah media yang menghubungkan antara 
pengirim dan penerima informasi (data).

Media Transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara
pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data.
Contoh nya seperti Telepon, Komputer, Televisi dan Radio

Jenis-Jenis Media Transmisi 

- Guided Transmission Media yaitu media yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik (data) dengan menggunakan konduktor fisik seperti serat optic atau kabel.

- Guided Transmission Media dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Twisted Pair Cable
  2. Coaxial Cable
  3. Fiber Optic
- Unguided Transmission Media adalah media yang mentranssmisikan gelombang

elektromagnetik (data) tanpa menggunakan konduktor fisik.

Unguided Transmission Media dibagi menjadi 3 yaitu : 
  1. Gelombang mikro
  2. Satelit
  3. Inframerah
Tipe Transmisi

Ada 2 Tipe Transmisi : 
- Transmisi Analog 
- Transmisi Digital

Transmisi Analog adalah suatu kegiatan mengirim informasi melalui media transmisi fisik dalam bentuk gelombang (berubah secara kontinyu)

Data ditransmisikan melalui gelombang pembawa, yaitu gelombang yang
bertujuan untuk mengangkut data dengan modifikasi salah satu karakteristiknya

Transmisi Analog adalah pengiriman informasi melalui media komunikasi fisik dalam bentuk
sinyal digital.
Informasi harus dikodekan terlebih dahulu dalam bentuk sinyal (fungsi encoding)
merepresentasikan dua kondisi yaitu “0” atau “1” (binary)